menu
  • Inspirasi Millenial
  • Viral
  • Galeri
  • Video
  • LAINNYA

# Ragam Peristiwa

  • PWNU Jabar: Kasus Evie Effendi Melebihi Kasus Ahok – read more
  • Lantunan Shalawat Bergema di Rumah si Kembar Bagas-Bagus saat Timnas U-16 Juarai AFF – read more
  • Jakarta Diprediksi Jadi Kota Pertama di Dunia yang akan Tenggelam, Begini Penjelasannya – read more
  • Hotman Paris Ungkap Rahasia Sandiaga Uno, Jejaknya Buat Hotman Terperangah dan Takjub Berkali-kali – read more
6 Fakta Penangkapan Terduga Teroris Di Unri, Target Sasarannya Mengerikan
Next Posts
Sebanyak empat bom aktif diamankan Tim Densus 88 Antiteror usai penggeledahan di Kampus Universitas Riau (Unri)

8,424 views

Densus 88 saat menggerebek Kampus Unri. (Foto: Antara)

okezone.com - Densus 88 Antitetor Polri menggeledah Fakultas Fisipol Universitas Riau (Unri), Kelurahan Simpang Baru, Kecamatan Tampan, Pekanbaru, Riau, Sabtu 2 Juni 2018. Penggeledahan di Gedung Gelanggang Fisipol Unri itu juga dibantu personel dari Polda Riau dan Polresta Pekanbaru. Beberapa fakta berhasil dirangkum Okezone terkait penangkapan terduga teroris ini.

1. Tiga Orang Diamankan

Dalam penggeledahan itu, Tim Densus 88 menangkap 3 orang, dengan satu orang di antaranya sudah ditetapkan sebagai tersangka. Tersangka itu berinisial MZ(33), warga Lubuk Sakat, RT/RW: 8/4, Lubut Sakat, Perhentian Raha, Kampar Riau. Sementara dua lainnya berstatus saksi, yaitu RB alias D (34) dan OS alias K (32). Tersangka dan kedua saksi itu merupakan mantan mahasiswa Unri.

2. Sejumlah Barang Bukti Disita 

Dalam kasus ini Densus 88 juga menyita rangkaian bom rakitan yang belum selesai, panah beserta busur, serta senapan angin dari gelanggang mahasiwa universitas terbesar di Riau itu.

3. 4 Bom Aktif Berdaya Ledak Serupa Teror Surabaya Berhasil Diamankan 

Sebanyak empat bom aktif diamankan Tim Densus 88 Antiteror usai penggeledahan di Kampus Universitas Riau (Unri). Empat bom itu diamankan dari tiga terduga teroris yang diamankan petugas. "Empat bom yang disita itu sudah siap untuk diledakkan," ungkap Kapolda Riau, Irjen Nandang, Sabtu 2 Juni 2018 malam.

Kapolda menegaskan bahwa bom yang disita itu memiliki daya ledak cukup besar. "Daya ledaknya hampir sama dengan bom Surabaya beberapa waktu lalu," imbuhnya.

4. Terduga Teroris di Unri Belajar Merakit Bom dari Instagram 

Kapolda Riau, Irjen Nandang menegaskan bahwa bom yang disita dari penangkapan terduga teroris di Universitas Riau (Unri) di Pekanbaru berdaya ledak cukup besar. Dia mengatakan bahwa perakitan bom dilakukan Gelangang Mahasiswa Fisip Unri. Nandang melanjutkan, perakitan bom sudah dilakukan beberapa pekan belakangan.

"Salah satu pelaku yang kita amankan mahir dalam merakit bom. Dia adalah MZ, alumni mahasiswa Unri," ujarnya.

Jenderal bintang dua ini menegaskan bahwa pelaku yang sudah ditetapkan tersangka merakit bom dengan belajar dari media sosial Instagram (IG). Dari sana MZ mampu merakit bom berdaya ledak seperti di Surabaya.

"Walau dia jurusan pariwisata, namun dia ahli dalam merakit bom. Keahliannya itu didapatnya dari Instagram," tegasnya.

5. Pelaku Ingin Lakukan Bom Bunuh Diri di DPRD Riau dan DPR RI 

Kapolda Riau, Irjen Nandang mengungkapkan terduga teroris yang berhasil diamankan dalam penggerebekan di Universitas Riau akan melakukan aksi teror bom bunuh diri di sejumlah tempat.

"Mereka ini akan meledakkan empat bom yang sudah aktif di kantor Dewan perwakilan Daerah (DPRD) Provinsi Riau dan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)," ujar Nandang.

6. Teroris Unri Masih Satu Kelompok dengan Penyerang Mapolda Riau

Polisi baru menetapkan satu orang sebagai tersangka dalam penggerebegan di Universitas Riau, yakni Alumni Fisipol Universitas Riau, MZ alias Jack. Dari hasil penyidikan, MZ ternyata satu jaringan dengan kelompok yang menyerang Mapolda Riau beberapa waktu lalu.

"MZ alias Jack alis Zamzam terkait jaringan dengan tersangka terorisme atas nama Pak Nah kelompok penyerangan Polda Riau pada hari Rabu 16 Mei 2016 jam 09.00 WIB," kata Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto kepada wartawan di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Minggu 3 Juni 2018.

MZ yang tergabung dalam Jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) ini, memikili sepak terjang yang cukup tinggi dalam bidang pembuatan bom rakitan. MZ juga memiliki hubungan dengan Batty Bagus Nugraha alias Kholid teroris jaringan JAD yang tewas saat penangkapan di Cianjur.


Artikel asli https://bit.ly/2J9a7lG

REAKSI ANDA?