menu
  • Inspirasi Millenial
  • Viral
  • Galeri
  • Video
  • LAINNYA

# Ragam Peristiwa

  • PWNU Jabar: Kasus Evie Effendi Melebihi Kasus Ahok – read more
  • Lantunan Shalawat Bergema di Rumah si Kembar Bagas-Bagus saat Timnas U-16 Juarai AFF – read more
  • Jakarta Diprediksi Jadi Kota Pertama di Dunia yang akan Tenggelam, Begini Penjelasannya – read more
  • Hotman Paris Ungkap Rahasia Sandiaga Uno, Jejaknya Buat Hotman Terperangah dan Takjub Berkali-kali – read more
Pelita Kota Semarang Gelar Pray For Surabaya Di Tugu Muda, Ini Yang Disampaikan
Next Posts
Ada beberapa lintas agama dan masyarakat umum Kota Semarang mengikuti kegiatan ini

8,505 views

TRIBUN JATENG/BARE KINGKIN KINAMU - warga Semarang gelar #PrayForSurabaya di Tugu Muda pukul 19.00 WIB, Minggu (13/5/2018).

TRIBUNJATENG.COM – Persaudaraan Lintas Agama (Pelita) Kota Semarang menyampaikan duka mendalam terhadap kejadian yang menimpa korban serangan bom bunuh diri yang terjadi di tiga geraja Surabaya pagi tadi, Minggu (13/5/2018).

Duka mendalam tersebut berwujud acara doa bersama bertajuk #PrayForSurabaya yang digelar oleh Pelita Kota Semarang yang berpusat di tengah Tugu Muda pukul 19.00 WIB.

Ada beberapa lintas agama dan masyarakat umum Kota Semarang mengikuti kegiatan ini, menyuarakan satu suara untuk kemanusiaan #PrayForSurabaya.

Dari keterangan panitia acara kepada Tribunjateng.com, Setiawan Budi, ada berbagai kalangan yang ikut doa bersama untuk Surabaya yakni dari perwakilan Muhammadiyah, Ahmadiyah, Syiah, NU, GMKI (Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia, GPI (Gereja Protestan Indonesia), dan masyarakat Kota Semarang, menyuarakan satu suara demi kemanusiaan.

Ribuan lilin menyala serupa harapan di tengah duka yang mendalam, malam ini ribuan doa-doa untuk para korban supaya tenang. Sebagian besar warga mengenakan kaus berwarna hitam dan memegang lilin sebagai simbol berkabung dengan menumbuhkan harapan baik.

“Kami sangat prihatin atas tragedi yang terjadi atas peristiwa ini, kami ingin pemerintah benar-benar menuntaskan rancangan undang-undang, ke depannya kami tidak ingin hal serupa terjadi kembali, usut tuntas,” jelas Reza, mahasiswa Sekolah Tinggi Teologi Ungaran, saat pembukaan acara.

Acara dimulai dengan pembacaan musikalisasi dan cerita mengenai kebhinekaan Indonesia.

“Kami melarang keras tindak terorisme, peristiwa di Surabaya tadi pagi telah membuat sedih berbagai pihak, ini bentuk empati kami. Tentunya kami ingin sampai ke akar-akarnya masalah ini bisa diusut tuntas. Rancangan  Undang-undang tentang tindak terorisme harus jelas,” tutur Ketua Pemuda Muhammadiyah Kota Semarang, A.M Jumai, kepada Tribunjateng.com. 

A.M Jumai juga mengemukakan jika yang mengikuti acara #PrayForSurabaya mencapai seribu orang. 

Meski berasal dari latar belakang yang berbeda-beda, terlihat jelas dari sorot mata mereka jika kedamaian adalah tujuan yang sama untuk Indonesia.

Tragedi bom bunuh diri di Surabaya merupakan aksi yang membuat Pelita ini mendesak pemerintah untuk mengusut tuntas torisme hingga akar-akarnya.

“Sebagai warga Indonesia ini merupakan wujud kepedulian kami terhadap saudara sebangsa, kita satu Indonesia. Kami tidak takut dengan teroris, ke depan kami ingin harap peristiwa seperti ini tidak terjadi lagi di Indonesia,” jelas peserta #PrayForSurabaya dari Gereja Protestan Indonesia (GPI) Kota Semarang, Maria Ananta.

Ia khusuk bersama ribuan warga Semarang yang tergabung dalam Pelita memanjatkan doa dan hanyut dalam musikalisasi puisi yang menyentuh perasaan.

Hal senadapun juga diungkapkan oleh Loe Devi perwakilan dari GMKI.

“Kita lawan kejahatan terhadap kemanusiaan,” jelasnya.

Malam ini  Tugu Muda Kota Semarang menjadi saksi sejarah berupa bentuk kepedulian yang sama oleh masyarakat Semarang meski dari latar belakang yang berbeda-beda.

“NKRI harga mati, kita berdoa untuk Surabaya,” tegas Leo Devi.(*)


Artikel asli https://bit.ly/2wDkZ5l

REAKSI ANDA?

Facebook Conversations



Artikel Terkait