menu
  • Inspirasi Millenial
  • Viral
  • Galeri
  • Video
  • LAINNYA

# Bitcoin

  • G-20 Luncurkan Kerangka Kerja Pengawasan Bitcoin Cs – read more
  • Bitcoin Sudah Bisa Penuhi Syariat Islam – read more
  • Polisi Ungkap Judi Bola Pakai Bitcoin Senilai Rp 21 Triliun – read more
  • Nilai Bitcoin Bak Roller Coaster, Bisa 'Cuan' Rp 200.000/Jam! – read more
Pendaki Rinjani Yang Meninggal Akibat Gempa Lombok Ingin Taklukkan 3 Gunung Sebelum Menikah
Next Posts
Sebelum ke Lombok anaknya memang memiliki keinginan mendaki 3 gunung sebelum menikah

8,802 views

Amrullah (59), ayah almarhum Ainul Muh Taksim (25), yang meninggal di jalur pendakian Gunung Rinjani saat gempa mengguncang Lombok, menunjukkan foto anaknya. (Foto: Herman Amiruddin/Okezone)

okezone.com - Gempa bumi yang mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Minggu (29/7/2018), meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga korban.

Tak terkecuali bagi Amrullah (59), ayah almarhum Ainul Muh Ainul Taksim (25). Anaknya tewas di jalur pendakian Gunung Rinjani saat gempa mengguncang Lombok.

Kepada wartawan, Amrullah menceritakan anaknya memang hobi mendaki gunung. Dia bekerja sebagai kontraktor di Bulukumba.

"Saya bukakan usaha. Dia sempat sakit makanya istirahat operasi. Dia bilang sebelum sibuk, anak saya mau mendaki dulu. Jadi saya biarkan karena dia sudah begitu," kata Amrullah saat ditemui di rumahnya Perumahan Bumi Sudiang Raya, Senin (30/7/2018).

Bahkan Aniul menunda pernikahannya karena ingin mendaki dulu tiga puncak gunung, yakni di Rinjani, Semeru, dan Bromo.

Lebih lanjut Amrulah mengatakan, sebelum ke Lombok anaknya memang memiliki keinginan mendaki 3 gunung sebelum menikah.

"Saya juga mau kasih kawin, tapi dia bilang jangan (nikah) dulu. Karena kata anakku ini dia bilang masih ada cita-citanya yakni mendaki Gunung Rinjani, Bromo, sama Semeru," kata Amrullah.

Ia menyebutkan, Ainul adalah anak keempat dari enam bersaudara. Karena sosoknya yang supel dan mudah bergaul, ia memiliki banyak teman, termasuk kawan pendaki.

Dijelaskan Amrullah, anaknya berangkat bersama 8 orang temannya dari Makassar. Saat itu Ainul berangkat pada Rabu (25/7/2018) atau lima hari yang lalu.

"Dia berangkat dengan temannya dari kompleks ini 3 orang. Dari Perumnas Makassar 5 orang temannya dan ketemu lagi temannya di Lombok. Jadi mereka 18 orang satu tim saat mendaki," jelasnya.

Diakui Amrullah anaknya memang senang mendaki gunung. Sementara kuliahnya baru saja diselesaikan setahun lalu di Akademi Perawat.

"Kalau gunung di Sulsel ini dia sudah mendaki semua. Dia sekadar hobi. Kalau bukan ke gunung, dia ke laut. Dia kuliah di akademi perawat," ungkap Amrullah.

(erh)

Artikel asli hhttps://bit.ly/2K4DJvT

REAKSI ANDA?