menu
  • Inspirasi Millenial
  • Viral
  • Galeri
  • Video
  • LAINNYA

# Ragam Peristiwa

  • Pemuda yang Injak dan Corat-coret Alquran Mengaku hanya Cari Sensasi – read more
  • Ini Pesan Terakhir Wa Tiba, Perempuan yang Dimakan Ular Sanca pada Anaknya – read more
  • Perempuan di Sulteng Ditelan Ular Piton: Ini Alasan Mengapa Ular Bisa Menelan Utuh Manusia Dewasa – read more
  • Honda Civic Menggantung di Gedung Parkiran Tinggi – read more
PM Israel: Kami Tak Ingin Menembak Demonstran Palestina, Tapi...
Next Posts
Netanyahu menjawab, Israel telah mencoba meriam air maupun gas air mata untuk membubarkan demonstran. Namun, tidak ada gunanya

2,322 views

LONDON, KOMPAS.com - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu berkata, pengunjuk rasa Palestina yang ada di Jalur Gaza adalah anggota Hamas. 

Netanyahu menyampaikannya ketika hadir dalam sesi tanya jawab lembaga think tank Inggris, Policy Exchange, seperti dikutip Haaretz Kamis (7/6/2018). 

PM berusia 68 tahun itu melakukan kunjungan ke Eropa selama empat hari, dan bertemu Kanselir Jerman Angela Merkel, Presiden Perancis Emmanuel Macron, dan Perdana Menteri Inggris Theresa May.

Saat itu, Netanyahu mendapat pertanyaah dari seorang hadirin mengapa Pasukan Pertahanan Israel (IDF) harus menembak dengan peluru tajam ketika berhadapan dengan demonstran. 

Si penanya berujar, mengapa tidak menggunakan peluru karet untuk melumpuhkan pengunjuk rasa yang berada di perbatasan. 

"Jika memang harus menggunakan peluru tajam, mengapa IDF tidak menembaknya di kaki? Mengapa harus membunuhnya?" tanya hadirin tersebut. 

Netanyahu menjawab, Israel telah mencoba meriam air maupun gas air mata untuk membubarkan demonstran. Namun, tidak ada gunanya. 

"Faktanya, kami tidak berniat untuk membunuh siapa pun. Namun, Hamas ingin mereka mati," ujar PM yang akrab disapa Bibi tersebut. 

Isu tentang jumlah korban warga Palestina yang tewas hingga 125 orang dalam demonstrasi pekan lalu juga menuai sorotan May. 

"Kami sangat prihatin dengan banyaknya orang Palestina yang tewas,' ujar May kepada Netanyahu. Menteri Luar Negeri Inggris, Boris Johnson, sependapat. 

"Israel harus melakukan penyelidikan yang transparan dan independen untuk mengetahui penyebab banyaknya pengunjuk rasa yang tewas," kata Johnson.

Adapun Macron menyebut pemindahan Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) dari Tel Aviv ke Yerusalem 14 Mei lalu menyulut konflik, dan tidak memberi perdamaian sama sekali.

Artikel asli https://bit.ly/2xSQHMF

REAKSI ANDA?

Facebook Conversations



Artikel Terkait