menu
  • Inspirasi Millenial
  • Viral
  • Galeri
  • Video
  • LAINNYA

# Ragam Peristiwa

  • PWNU Jabar: Kasus Evie Effendi Melebihi Kasus Ahok – read more
  • Lantunan Shalawat Bergema di Rumah si Kembar Bagas-Bagus saat Timnas U-16 Juarai AFF – read more
  • Jakarta Diprediksi Jadi Kota Pertama di Dunia yang akan Tenggelam, Begini Penjelasannya – read more
  • Hotman Paris Ungkap Rahasia Sandiaga Uno, Jejaknya Buat Hotman Terperangah dan Takjub Berkali-kali – read more
Deadpool 2, Kocak Dengan Syarat [Spoiler-Free]
Next Posts
Menertawakan lelucon dalam Film Deadpool 2 sungguh menyegarkan dan melegakan

5,535 views

Deadpool 2/MARVEL ENTERTAINMENT

pikiran-rakyat.com - MENERTAWAKAN lelucon dalam Film Deadpool 2 sungguh menyegarkan dan melegakan. Seperti meneguk teh manis dingin setelah menyantap semangkuk bakso dengan sambal level 5.

Saat Deadpool 2 tayang di layar-layar bioskop kita, segala keriuhan terkait Avengers: Infinity War, yang juga sama-sama film Marvel Studios, masih bergelora. Filmnya masih tayang di sejumlah bisokop.

Jika kita dibuat greget, penasaran, marah, atau bahkan kecewa dengan akhir cerita Avengers: Infinity War, Deadpool 2 bisa meredakan semua itu. Kini kita cukup duduk dan menertawakan banyak hal yang muncul di layar.

Deadpool 2 memang dipenuhi dialog dan aksi lucu. Namun untuk bisa tertawa, ada syaratnya. Kita harus akrab, setidaknya paham, dengan berbagai unsur budaya pop kontemporer Amerika Serikat minimal dalam kurun 40 tahun ke belakang. Dengan begitu, kita baru bisa menikmati komedinya.

Jika tidak, Anda mungkin akan bingung dan bertanya-tanya, kenapa penonton yang duduk di sebelah saya menertawakan suatu adegan sedangkan saya tidak?

Meski reverensi lawakannya berpusat pada budaya pop kontemporer Amerika Serikat, bukan berarti kita yang berada di belahan dunia lain tidak mengerti.

Referensi lelucon dalam Deadpool 2 membentang luas mulai dari dunia hiburan, perebutan hak kekayaan intelektual antarstudio di Hollywood, seni, isu ras, kepemilikan senjata api, sampai stereotipe masyarakat suatu negara maupun bangsa.

Jelas terasa bahwa skenario film ini ditulis dengan begitu rapi. Inilah kekuatan utamanya. Duet penulis Rhett Reese dan Paul Wernick (Zombieland) menampatkan karakter utama, Wade Wilson (Ryan Reynolds), dalam situasi ketika dia bisa berkata dan berbuat hampir apapun. Namun, alurnya tidak menghianati kerangka cerita Deadpool dalam komik dan posisinya di Marvel Cinematic Universe.

Kelebihan itulah yang memberikan Ryan Reynolds—yang juga menjadi penulis film ini—kesempatan memuntahkan dialog-dialog kocak dan konyolnya.

Dengan caranya sendiri yang ganjil, Deadpool 2 juga berupaya mengoreksi banyak hal yang kurang sesuai akibat perebutan hak komersial karakter-karakter Komik Marvel.

Metode penyampaian lawakan dalam Deadpool 2 kaya mulai dari musikal, anti-humor, anekdot, surealis, dark comedy, slapstick, dan parodi.

Akan tetapi, metode yang paling menonjol dan sering dipakai adalah roasting yaitu mengapresiasi pihak lain dengan cara mengolok-oloknya. Nuansa ini sebenarnya sudah terasa dalam sejumlah trailer Deadpool 2.

Wade Wilson galau

Cerita Deadpool 2 sederhana. Cable (Josh Brolin) yang merupakan anak dari Cyclops dan Madelyne Pryor datang dari masa depan dengan satu tujuan yaitu membunuh Russell Collins (Julian Dennison) alias Firefist.

Sementara itu, Wade Wilson yang sedang gamang dan kehilangan orientasi, tergugah untuk melindungi Russell Collins yang masih berusia 14 tahun.

Untuk itu, dia membentuk tim bernama X Force yang beranggotakan Domino (Zazie Beetz), Shatterstar (Lewis Tan), Bedlam (Terry Crews), Zeitgeist (Bill Skarsgård), dan Peter (Rob Delaney).

Bukan Marvel namanya kalau setiap superhero (dan antihero) di dalamnya tidak punya kepentingan masing-masing dan setiap kepentingan itu saling berbenturan lalu melahirkan konflik.

Pangkal perseteruan antara Deadpool dan Cable adalah perlombaan untuk berbuat baik dan kadang mereka yang berlomba-lomba berbuat baik justru melahirkan keburukan dan malapetaka. Baik dan buruk sangatlah subjektif di tangan manusia.

Corong keresahan

Jika Anda bertanya, di mana posisi Deadpool 2 dengan segala kekonyolannya itu dalam Marvel Cinematic Universe? Anda janganlah terlalu dipusingkan oleh hal itu.

Untuk bisa menikmati komedinya, anggap saja film ini berada di semesta netral yang bisa merasuk ke dimensi manapun.

Toh kita juga tidak pernah benar-benar mempersoalkan Si Cepot, Si Kabayan, atau Abu Nawas yang pada suatu waktu diceritakan berada di alam kerajaan masa lalu tapi di lain cerita berada di masa sekarang.

Seperti ketiga tokoh tersebut, Deadpool yang tidak bisa mati adalah tokoh yang eksistensinya berfungsi sebagai penyampai keresahan dan cerita-cerita simbolik, baik dari dalam semesta Marvel sendiri maupun dari dunia di luarnya. Ya, dunia kita.***

Artikel asli https://bit.ly/2Imjz0p

REAKSI ANDA?

Facebook Conversations



Artikel Terkait

Lelaki dengan Jabat Tangan Kuat Jadi Idaman Perempuan
Viral Iklan Coffee Shop dengan Para Wanita Bugil Bercelemek
Guardiola Senang City Kuasai Inggris dengan Cara Barcelona
Olahraga Sepakbola Pep Guardiola Manchester City Liga Primer Inggris Barcelona

Dokter Ungkap Kronologi Meninggalnya Choirul Huda
Bergaulah dengan Orang Bahagia
Inspirasi Tips Life Bahagia